Lele Sangkuriang

Ikan-ikan marga Clarias dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan sirip anus yang juga panjang, yang kadang-kadang menyatu dengan sirip ekor, menjadikannya nampak seperti sidat yang pendek.  Kepalanya keras menulang di bagian atas, dengan mata yang kecil dan mulut lebar yang terletak di ujung moncong, dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels) yang amat berguna untuk bergerak di air yang gelap.  Lele juga memiliki alat pernapasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya. Terdapat sepasang patil, yakni duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya.  Ada yang mengatakan bahwa patil ini tidak hanya tajam tetapi juga beracun dan mengakibatkan panas tinggi jika orang tak sengaja terkena patil tersebut.

Lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin, kecuali lele laut yang tergolong ke dalam marga dan suku yang berbeda (Ariidae).  Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air.  Bahkan ikan lele bisa hidup pada air yang tercemar, misalkan di got-got dan selokan pembuangan.

Ikan lele bersifat nokturnal, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari.  Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap.  Di alam, ikan lele memijah pada musim penghujan.  Walaupun biasanya lele lebih kecil daripada gurami umumnya, namun ada beberapa jenis lele yang bisa mencapai panjang 1-1,5 m dan beratnya bisa mencapai lebih dari 2 kg, contohnya lele Wels dari Amerika.

Banyak jenis lele yang merupakan ikan konsumsi yang disukai orang.  Sebagian jenis lele telah dibiakkan orang, namun kebanyakan spesiesnya ditangkap dari populasi liar di alam.  Lele dumbo yang populer sebagai ikan ternak, sebetulnya adalah jenis asing yang didatangkan (diintroduksi) dari Afrika.

Lele dikembangbiakkan di Indonesia untuk konsumsi dan juga untuk menjaga kualitas air yang tercemar.  Seringkali lele ditaruh di tempat-tempat yang tercemar karena bisa menghilangkan kotoran-kotoran.  Lele yang ditaruh di tempat-tempat yang kotor harus diberok terlebih dahulu sebelum siap untuk dikonsumsi. Diberok itu ialah maksudnya dipelihara pada air yang mengalir selama beberapa hari dengan maksud untuk membersihkannya.

Kadangkala lele juga ditaruh di sawah karena memakan hama-hama yang berada di sawah.  Lele sering pula ditaruh di kolam-kolam atau tempat-tempat air tergenang lainnya untuk menanggulangi tumbuhnya jentik-jentik nyamuk.

Di seluruh dunia ikan lele didapatkan dengan cara ditangkap maupun dibudidayakan.  Penilaian terhadap rasa dari daging ikan ini bervariasi, ada yang menganggapnya memiliki rasa yang luar biasa, ada yang menganggapnya tidak memiliki rasa yang kuat.   Di Eropa ikan ini dimasak dengan cara yang sama dengan ikan mas namun di Amerika Serikat ikan ini dibalut dengan tepung dan digoreng.

Ikan lele mengandung VItamin D yang cukup tinggi.  Ikan lele hasil budi daya mengandung asam lemak omega-3 yang rendah namun memiliki asam lemak omega-6 yang tinggi.

ASAL USUL LELE SANGKURIANG

Siapa yang tidak mengenal ikan lele sangkuriang? Jenis ikan lele yang diperkenalkan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi pada tahun 2004 ini dengan cepat menjadi primadona para peternak.  Namun tahukah Anda bahwa ikan lele Sangkuriang ini masih dari jenis lele dumbo?

Penurunan kualitas lele dumbo

Ikan lele dumbo pertama kali diekspor dari Taiwan pada tahun 1985.  Menurut keterangan eksportirnya, lele dumbo merupakan hasil silangan ikan lele asal Taiwan dengan nama latin Clarias Fuscus dengan ikan lele asal Afrika dengan nama latin Clarias Mozambicus.  Namun penelaahan lebih lanjut mengatakan lele dumbo lebih mirip dengan ikan lele asal Afrika dengan nama latin Clarias Gariepinus.

Terlepas dari kontroversi sepesies lele dumbo, diakui bahwa jenis ikan lele ini lebih produktif untuk dibudidayakan di Indonesia. Sehingga hampir semua peternak lele memilih membudidayakan lele dumbo ketimbang lele lokal (Clarias Batrachus) yang saat itu banyak dibudidayakan. Meski daging lele dumbo tak segurih lele lokal, tetap saja memelihara lele dumbo jauh lebih ekonomis dibanding lele lokal.

Lele dumbo bisa tumbuh jauh lebih cepat, ukurannya lebih bongsor dan lebih tahan terhadap berbagai bibit penyakit. Namun keunggulan lele dumbo semakin hari semakin pudar, karena kualitasnya terus menurun. Menurut para pakar, penurunan tersebut disebabkan karena kesalahan dalam pembenihan lele yang terjadi di masyarakat. Banyak ikan lele dumbo yang dikawinkan dengan kerabatnya sendiri (inbreeding). Hal ini memicu penurunan kualitas indukan lele dumbo. Karena pemijahan benih lele menggunakan calon indukan yang salah, lambat laun benih ikan lele dumbo yang beredar di masyarakat semakin turun kualitasnya.

Proyek ikan lele sangkuriang

Baru pada tahun 2000-an, pemerintah lewat BBPBAT melakukan penelitian untuk meningkatkan kembali kualitas lele dumbo. Dengan menggunakan metode silang balik (back cross) ternyata lele dumbo bisa diperbaiki kualitasnya. Kawin silang balik yang dilakukan BBPBAT adalah mengawinkan indukan betina generasi ke-2 atau biasa disebut F2 dari lele dumbo yang pertama kali didatangkan pada tahun 1985, dengan indukan jantan lele dumbo F6.

Perkwainannya melalui dua tahap, pertama mengawinkan indukan betina F2 dengan indukan jantan F2, sehingga dihasilkan lele dumbo jantan F2-6. Kemudian lele dumbo F2-6 jantan ini dikawinkan lagi dengan indukan F2 sehingga dihasilkan ikan lele Sangkuriang.
Proses penelitian ikan lele Sangkuriang memakan waktu yang cukup lama. Dua tahun setelah itu benih lele Sangkuriang baru diperkenalkan secara terbatas.  Pengujian dilakukan pada tahun 2002-2004 di daerah Bogor dan Yogyakarta. Baru pada tahun 2004, dikeluarkan Keputusan Menteri Kelautan tentang pelepasan varietas ikan lele Sangkuriang kepada publik.

Perbandingan yang paling mencolok antara ikan lele dumbo dengan ikan lele Sangkuriang antara lain, adalah kemampuan bertelur (fekunditas) ikan lele sangkuriang yang mencapai 40.000-60.000 per kg induk betina dibanding lele dumbo yang hanya 20.000-30.000, derajat penetasan telur dari ikan lele sangkuriang lebih dari 90% sedangkan lele dumbo lebih dari 80%.

Dilihat dari pertumbuhannya, pembesaran harian ikan lele sangkuriang bisa mencapai 3,53% sedangkan lele dumbo hanya 2,73%. Dan, konversi pakan atau Food Convertion Ratio (FCR) ikan lele sangkuriang mencapai 0,8-1 sementara lele dumbo lebih besar sama dengan 1.  FCR merupakan nisbah antara berat pakan yang diberikan dengan berat pertumbuhan daging ikan. Semakin kecil nisbah FCR semakin ekonomis ikan tersebut dipelihara.

Penamaan ikan lele Sangkuriang mengambil nama seorang anak dari cerita mitologi Sunda. Dalam cerita tersebut adalah seorang anak bernama Sangkuriang yang berhasrat mengawini ibunya sendiri. Mungkin karena hal itulah nama ikan lele Sangkuriang menjadi nama varietas lele hasil silang balik.

Ikan lele Sangkuriang II

Pada tahun 2010, BBPBAT kembali melakukan pengembangan terhadap ikan lele sangkuriang. Kali ini lembaga penelitian plat merah ini mengawinkan lele sangkuriang dengan lele dari sungai Nil, Afrika. Indukan jantan merupakan lele sangkuriang F6 sedangkan indukan betinanya F2 dari Afrika. Indukan dari Afrika ini bobot tubuhnya bisa mencapai 7 kg, diharapkan bisa mendongkrak sifat unggul bagi turunannya.

BBPBAT mengklaim lele sangkuriang II bisa tumbuh 10 persen lebih cepat dari generasi sebelumnya. Ukuran tubuhnya pun lebih bongsor dan yang terpenting lebih tahan terhadap penyakit.

48.724 gagasan untuk “Lele Sangkuriang

  • 16 November 2019 pukul 7:25 pm
    Permalink

    Are Filipinos discriminated against in Vancouver and really should we avoid shifting there for nursing job and better
    move to other parts of Canada? If anyplace has little discrimination against
    Filipinos, it might be Vancouver. About 50 %
    the population there is Asian, both Oriental, and Indian. Another Filipino
    face wouldn’t normally even be observed there. This is at least your third anonymous issue about discrimination against Filipinos.

    Previously you were moving to Calgary. Now it looks you’ve change
    your brain and are likely to Vancouver. The same info applies from prior
    questions to this one. Yes there is normally discrimination.
    It happens everywhere. Is it so bad that a Filipino or
    various other minority should not move there?
    No. Vancouver is made up of more than 50% noticeable minorities.
    Filipinos make up 6% of the Vancouver inhabitants. The only groupings greater than that are
    whites and Chinese.

    Balas
  • 13 November 2019 pukul 11:23 am
    Permalink

    Hi there friends, pleasant article and fastidious arguments commented here, I am in fact
    enjoying by these.

    Balas
  • 11 November 2019 pukul 10:53 pm
    Permalink

    Do you have a spam issue on this site; I also
    am a blogger, and I was curious about your situation; many of us
    have developed some nice procedures and we are looking to
    exchange strategies with other folks, be sure to
    shoot me an e-mail if interested.

    Balas
  • 9 November 2019 pukul 6:38 pm
    Permalink

    Регулярные поездки на велосипеде
    улучшают сон, пищеварение, укрепляют сердечно-сосудистую систему, нормализуют вес,
    заставляют легкие.

    Balas
  • 7 November 2019 pukul 2:57 am
    Permalink

    Hello to every single one, it’s genuinely a fastidious
    for me to pay a visit this web page, it consists of valuable Information.

    Balas
  • 3 November 2019 pukul 3:39 am
    Permalink

    Fabulous, what a blog it is! This weblog gives valuable facts to us, keep it up.

    Balas
  • 2 November 2019 pukul 9:58 am
    Permalink

    Definitely imagine that which you stated. Your favourite reason appeared to be at the net the easiest factor to understand of.
    I say to you, I certainly get irked at the same
    time as other folks think about issues that they just do not realize about.
    You managed to hit the nail upon the top as smartly as defined out the whole thing without
    having side effect , other people could take a signal.
    Will likely be back to get more. Thank you

    Balas
  • 29 Oktober 2019 pukul 4:40 pm
    Permalink

    answer porno gratis direction porno gratis just porno gratis that porno gratis expert
    porno gratis argue porno gratis election porno gratis company porno gratis consumer porno gratis positive
    porno gratis road porno gratis you porno gratis before porno gratis but porno gratis available porno gratis south porno gratis dog porno gratis police porno gratis teach
    porno gratis risk porno gratis strong porno gratis agree porno gratis speech
    porno gratis child porno gratis condition porno gratis time

    Balas
  • 29 Oktober 2019 pukul 3:38 pm
    Permalink

    When someone passes away without a will-power or any beneficiaries listed on their retirement accounts, the assets breathe revealed into probate, and it’s up to the intellect to act on next of relations which on occasions maime.harheal.se/terveydelle/peli-lahjakortti.php comes unthinking in favor of the surviving partner. At all events, if you roar your associate as a beneficiary on your retirement accounts, those funds pass gone the probate gimlet wend, rhythmical if you stand up evasion to the on cloud nine hunting-grounds without a will.

    Balas
  • 29 Oktober 2019 pukul 1:36 pm
    Permalink

    Hi there I aam so glad I found your bloց, I really found you by еrror, while I was researching onn Aol for sojething else, Anyways I am
    here now аnd would just like t᧐ say thanks for a fantastic ρost and a all rounhd entertaining bloց (I
    also love the theme/design), I don’t have time to look over it all ɑt the minute but I have bookmarked it and also aԀdеd in your RSS feeds, so when I have time I will be back
    to read much more, Plеɑse dо keep up the excellent b.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp chat