Using Palm Kernel Meal for Black Soldier Fly Larvae Feed

Palm kernel meal is commonly used as a protein source in animal feed formulations, particularly for ruminants, pigs, and poultry. However, its usage is more prevalent in tropical regions where palm oil production is abundant. It is often incorporated into diets alongside other feed ingredients to provide a balanced nutritional profile.

Typically, palm kernel meal is high in protein, averaging around 15-20% crude protein. It also contains a moderate amount of fiber and varying levels of fat. The fat content in palm kernel meal can range from 5% to 15%, depending on the efficiency of the oil extraction process. It is important to note that the fat content makes it an energy-dense feed ingredient.

To ensure that our Black Soldier Fly (BSF) larvae and BSFL protein meal meet the stringent quality standards required for use as ingredients in the pet food industry, where consistency and nutritional value are paramount for the health and well-being of pets, we maintain a stable nutrient content in our BSF larvae and BSFL protein meal. This is achieved by feeding our BSF larvae a specific diet that is rich in nutrients, such as palm kernel meal (PKM), which is an agro-industrial byproduct that provides a sustainable source of nutrients for our insects. The palm kernel meal is used as a primary feedstock for our BSF larvae, leveraging its nutritional value to support the growth and development of our insects, thereby reducing waste and promoting a closed-loop, eco-friendly production cycle.

The advantages of using Palm Kernel Meal (PKM) as food for Black Soldier Fly Larvae (BSFL) compared to using organic waste or food waste:

  1. Nutrient-Rich Substrate:
    • PKM provides a consistent and nutrient-rich substrate for BSFL growth.
    • BSFL fed with PKM can achieve close to 40% protein content
    • While fruit and vegetable waste can also be used, PKM ensures higher protein levels in BSFL.
  2. Predictable Nutrient Composition:
    • PKM offers a controlled nutrient profile, which is essential for consistent BSFL growth.
    • Unlike random organic waste, PKM ensures predictable results in terms of protein and fat content.
  3. Economic Efficiency:
    • PKM is often more cost-effective than using various types of organic waste.
    • By utilizing PKM, farmers can optimize resource utilization and reduce costs.
  4. Sustainability and Waste Reduction:
    • Using PKM repurposes a byproduct from palm oil production, contributing to sustainability.
    • BSFL efficiently convert PKM into beneficial proteins and fats, reducing waste volume.
  5. Animal Feed and Organic Fertilizer Production:
    • BSFL digest nutrients in PKM and convert them into valuable proteins and fats.
    • These by-products can be used to produce animal feed, while BSFL residue serves as organic fertilizer

Why use PKM instead of food waste

To produce 1 kg of fresh BSF larvae, 4-8 kg of food waste is needed, resulting in a food conversion ratio (FCR) of 4-8. However, by using palm kernel meal (PKM) as a substitute, FCR decreased significantly to 1.6 kg PKM per 1 kg larvae. This reduction in FCR is achieved if PKM is fermented well, making it our daily operational standard.

We chose PKM over food waste because of the significant cost savings. Getting food waste requires additional costs, such as tip fees, which increase the overall cost. By using PKM, we can reduce the production costs of fresh BSF larvae making it a more viable and cost-effective option.

The important thing about using PKM is that it has a stable nutrient content in BSF larvae, and is easier for pet food industries to use.

 

Citations:

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8880436/
  2. https://www.insectschool.com/uncategorized/how-much-protein-does-a-bsf-contain/
  3. https://www.insectschool.com/feed/black-soldier-fly-larvae-meal-and-oil/
  4. https://jasbsci.biomedcentral.com/articles/10.1186/s40104-022-00682-7
  5. https://www.mdpi.com/2227-9717/9/1/161 “”
  6. https://link.springer.com/article/10.1007/s10668-023-04306-6 “”
  7. https://link.springer.com/content/pdf/10.1007/s42690-023-01032-4.pdf “”
  8. https://jurnalkelapasawit.iopri.org/index.php/jpks/article/view/199 
  9. https://scialert.net/abstract/?doi=pjn.2019.753.760 
  10. https://doi.org/10.1007/s42690-023-01032-4 

This article has been uploaded to LinkedIn. You can read HERE

Mengakali Mahalnya Harga Pakan Ikan

Tingginya harga pakan ikan di pasaran menyulitkan para peternak ikan dalam mengembangkan usaha hal ini dikarenakan harga jual ikan yang tidak ikut naik.

Pemerintah sendiri melalui KKP sudah berusaha membantu peternak ikan skala kecil dengan mengadakan beberapa pelatihan terkait pembuatan pakan ikan mandiri/ pelet ikan murah dengan bahan bahan lokal seperti tepung ikan, jagung, bekatul dsb. Tetapi pada kenyataannya hal ini kurang berjalan karena peternak kecil bisa membeli tepung ikan murah dengan syarat pembelian minimal sekian ton yang tidak mungkin dilakukan oleh peternak ikan skala kecil.

Apakah Yang Harus Dilakukan Peternak Ikan Skala Kecil?

Menurut beberapa ahli, hal termudah untuk mengatasi tingginya harga pelet ikan adalah dengan melakukan fermentasi pelet ikan yang kandungan proteinnya lebih rendah sehingga harganya lebih murah atau terjangkau.

Proses fermentasi akan membuat kandungan protein didalam pelet ikan menjadi naik/ lebih tinggi.

Untuk melakukan fermentasi pakan sebaiknya menggunakan probiotik yang berisi bakteri bakteri baik yang cukup secara jumlah dan jenis bakterinya. Untuk mengetahui probiotik yang baik untuk fermentasi pelet/ pakan bisa dibaca pada LINK INI
Gunakan probiotik untuk melakukan fermentasi yakni probiotik yang mengandung bakteri Bacillus atau Lactobacillus. KLIK TULISAN ini untuk info probiotik yang cocok untuk fermentasi pelet ikan.
TDN Naik, FCR Turun

Fermentasi membantu pemecahan bahan-bahan yang terdapat dalam pakan secara enzimatis. Bahan penyusun material pakan yang tidak atau sulit terurai dalam saluran pencernaan menjadi lebih banyak yang terurai. Dengan begitu, bahan pakan yang dicerna tubuh menjadi lebih banyak dan efisiensi penyerapan pakan juga naik. Semakin banyak nutrisi yang bisa diserap tubuh menyebabkan TDN (total digestible nutrient) naik.

Naiknya TDN jelas akan meningkatkan hasil produksi. Jika sebelumnya banyak nutrisi yang terbuang, kini nutrisi diserap dan terkonversi menjadi daging. Feed Convertion Ratio (FCR) pun menurun. Pasalnya, jumlah pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu kilogram produk menjadi lebih sedikit

Artinya konsumsi pelet ikan akan menjadi lebih sedikit dengan hasil daging atau berat ikan yang sama seperti kalau menggunakan pelet non fermentasi.

BAGAIMANA CARA FERMENTASI PELET IKAN?

Cara fermentasi pelet ikan dimulai dengan pembibisan pakan terlebih dahulu, yaitu membasahi pelet ikan dengan probiotik yang sudah dilarutkan dalam air bersih secukupnya, sehingga waktu pelet dicampurkan kondisinya menjadi sedikit basah. Penggunaan probiotik untuk membibis bisa disaksikan pada video di LINK INI.

Selanjutnya pelet yang sudah dibibis dimasukkan kedalam kantong kantong plastik dan diikat kuat serta disimpan selama minimal 1 x 24 jam sampai 3 hari. Simpan ditempat teduh jauhkan dari cahaya matahari. Gambar pelet yang sedang difermentasi bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

Video dibawah ini sebagai bukti bagaimana probiotik bisa membuat pertumbuhan ikan lebih cepat tanpa fermentasi tetapi cukup direndam/ dibibis selama minimal 30 menit.

Untuk harga probiotik yang lebih terjangkau khususnya untuk budidaya ikan Nila, Lele, Gurame, Patin dan sebagainya bisa menggunakan probiotik Maximune yang sesuai untuk fermentasi pelet karena mengandung bakteri Bacillus serta Lactobacillus.
UNTUK LEBIH MEMAHAMI PROBIOTIK UNTUK FERMENTASI SERTA UNTUK KESEHATAN IKAN, SILAHKAN KLIK TULISAN INI.
UNTUK MEMBELI PROBIOTIK MAXIMUNE UNTUK FERMENTASI SILAHKAN KLIK TULISAN INI

Sebagian tulisan disadur dari sumber sumber sebagai berikut:

1. https://www.minapoli.com/info/lebih-bergizi-dengan-fermentasi
2. http://news.unair.ac.id/2020/05/10/bioteknologi-dengan-probiotik-untuk-meningkatkan-nutrisi-protein-kasar-dan-serat-kasar-kulit-kopi/
3. http://news.unair.ac.id/2019/08/30/dosen-fh-dan-fpk-unair-bantu-masyarakat-temukan-solusi-tingginya-harga-pakan-ikan-di-desa-sumberrejo/

PROBIOTIK MUGISANO UNTUK KESEHATAN IKAN DAN AIR

Apakah Probiotik itu?

yakult ikan

Salah satu probiotik yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat adalah Yakult yang berisi bakteri baik untuk kesehatan lambung dan usus. Probiotik pada dasarnya adalah suplemen untuk membantu melindungi dan memelihara kesehatan sistem pencernaan, terutama lambung dan usus. Probiotik adalah bakteri “baik” seperti yang kebanyakan orang sudah memahaminya.

Demikian pula pada semua hewan juga membutuhkan kehadiran “bakteri baik” ini untuk menyehatkan sistem pencernaannya sehingga penyerapan nutrisi pakan bisa berlangsung secara optimal.

Pada situasi tertentu karena lingkungan air yang buruk ataupun karena faktor cuaca seperti hujan seringkali bisa menyebabkan kondisi ikan, misalnya, menjadi turun. Ikan mudah terkena infeksi dan jamur sehingga menyebabkan ikan budidaya menjadi mati.

Probiotik diyakini memiliki beragam cara kerja. Salah satunya adalah dengan cara menyeimbangkan jumlah bakteri “baik” dan bakteri “jahat” yang hidup di sistem pencernaan. Cara kerja ini dipercaya mampu meredakan masalah di lambung ikan misalnya, yang disebabkan oleh infeksi atau akibat penggunaan antibiotik.

Mengenal lebih jauh probiotik ikan Mugisano

Probiotik Mugisano adalah Probiotik berkinerja tinggi untuk budidaya ikan yang sehat, mengandung strain Bacillus terpilih yang dapat tumbuh dan bekerja langsung di usus.

Manfaat probiotik Mugisano:

  1. Menciptakan lingkungan kolam yang bersih dan sehat dan mempercepat pertumbuhan plankton
  2. Mempercepat proses penguraian limbah sehingga air tidak berbau
  3. Mengendalikan perkembangan bakteri merugikan
  4. Menghilangkan gas beracun seperti ammonia, nitrit, hydrogen sulfida dll
  5. Menekan bakteri patogen dalam usus.
  6. Meningkatkan pencernaan pakan dan mempercepat pertumbuhan badan ikan.
  7. Sebagai antibiotik alami dan membantu mempercepat pemulihan dari sakit atau luka
  8. Sebagai pengganti ekstrak daun ketapang dalam budidaya ikan cupang
  9. Meningkatkan daya tahan terhadap stres, virus, jamur dan cuaca

Kandungan bakteri bacillus dalam Mugisano merupakan bakteri strain unggul yang mampu menghasilkan enzym enzym yang sangat membantu pencernaan ikan dalam memecah kandungan protein, lemak, karbohidrat dan sebagainya menjadi bentuk yang lebih sederhana sehingga mudah diserap oleh usus ikan.  Selain itu probiotik Mugisano didalam air juga mempunyai mekanisme kerja seperti bakteri Nitrosomonas dan nitrobacter yang mampu mengurai amonia dan bahan bahan lain yang bisa merugikan lingkungan air ikan.  Selain menghasilkan enzym, bakteri bacillus dalam Mugisano juga menghasilkan senyawa bakteriosin yang mampu menghambat perkembangan mikroorganisme yang merugikan seperti vibrio dan aeromonas.

Testimoni keberhasilan penggunaan probiotik Mugisano

Aplikasi probiotik Mugisano pada pembesaran ikan Koi

Panen ikan Neon Tetra lebih cepat 7 hari berkat Mugisano

Dua video testimoni dari pengaplikasian probiotik mugisano diatas adalah sebagian dari beberapa video testimoni lainnya yang akan ditampilkan pada postingan berikutnya atau bisa disaksikan langsung pada channel youtube mugisano DISINI.

Anda bisa mendapatkan probiotik Mugisano ini di market place seperti Tokopedia dan Shopee.  Silahkan klik langsung pada link berikut ini:

  1. Tokopedia:  KLIK DISINI
  2. Shopee:  KLIK DISINI

Produsen probiotik mugisano berada di Bogor dan menetapkan harga eceran tertinggi untuk ukuran 500ml sebesar Rp. 50.000, dan untuk kemasan 1 liter adalah Rp. 85.000 per botol. Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan hubungi 081288870083 (WA)

Pastikan anda membeli di Toko Mugisano agar terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan.

Mari sehatkan lingkungan air dan ikan kita agar ikan yang kita budidayakan dapat tumbuh dengan sehat dan cepat.  Salam satu hobi.Di 

PAKAN IKAN BERBAHAN MAGGOT BSF UNTUK IKAN LELE DAN LAINNYA

ADAKAH PAKAN ALTERNATIF LELE SELAIN PELET?

media budidaya maggot
Larva Black Soldier Fly

Akhir akhir ini ramai dibicarakan di dunia maya  tentang keberadaan larva atau maggot lalat Black Soldier Fly (BSF), Hermetia ilucens.  Maggot bsf ini bisa dipergunakan sebagai pakan alternatif lele dan ikan yang lainnya (Nila, Gabus dll), serta di peternakan unggas (Ayam, Bebek).

Larva atau maggot black soldier fly (BSF) ini dipilih karena mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi, sekitar 45%, dan juga lemak sekitar 30%.   Selain hal tersebut, yang menjadikan maggot BSF menjadi pilihan menarik sebagai pengganti sebagian atau bahkan seluruhnya pakan ternak adalah karena maggot BSF ini bisa dihasilkan dengan cara yang mudah.  Sehingga bisa mengurangi biaya produksi ternak secara signifikan ditengah kecenderungan harga pakan ternak pabrikan yang selalu naik harganya.  Banyak sekali video tutorial yang menjelaskan tentang budidaya maggot serta pelatihan maggot bsf.

Pada awalnya, keberadaan maggot BSF ini dikenal sebagai agen bio-konversi sebagai pengolah sampah organik.  Larva BSF mampu mengolah sampah organik dalam jumlah banyak dengan waktu yang relative singkat.

 

PEMBUATAN PAKAN PENGGANTI CACING SUTRA

153Farm sebagai pembenih ikan juga sedang melakukan uji coba pembuatan pakan larva ikan (lele, patin dan gabus) sebagai pengganti cacing sutra.   Keberadaan cacing sutra memang cukup penting bagi para pembenih ikan karena ukurannya yang kecil sangat cocok sebagai pakan larva yang baru berumur beberapa hari.   Selain itu juga untuk mengantisipasi harga pelet ikan yang cenderung selalu naik.

Cacing sutra
Cacing sutra

Cacing sutra sendiri memang mengandung nilai gizi yang bagus untuk larva ikan, tetapi karena kebanyakan diambil dari alam dan berasal dari tempat tempat yang kurang bersih, dikhawatirkan cacing sutra membawa bakteri pathogen yang berbahaya bagi kehidupan larva ikan.

Ada beberapa cara penanganan yang harus dilakukan sebelum cacing sutra diberikan sebagai pakan ikan.  Salah satunya direndam didalam larutan Methyline Blue,  atau ditempatkan pada wadah yang dialiri aliran air selama 24 jam sampai hilang baunya.

Ada masa dimana cacing sutra sulit didapat di alam yakni pada saat musim hujan.   Sungai kecil atau saluran air yang biasa menjadi habitat cacing sutra akan terhempas aliran air saat hujan tiba dan menghanyutkan cacing sutra.

Kondisi yang demikian ini membuat 153Farm tergerak untuk melakukan uji coba pembuatan pakan larva ikan sebagai pengganti cacing sutra pada saat cacing sutra sulit didapatkan.   Penggunaan pakan buatan ini juga sangat memungkinkan untuk bisa disimpan lama di lemari pendingin.

Untuk membuat biaya produksi serendah mungkin, 153Farm menggunakan maggot lalat tentara hitam (BSF) sebagai pengganti tepung ikan yang semakin hari semakin mahal dan sulit didapatkan.  Selain penggunaan maggot BSF, diperlukan juga bahan bahan lain sehingga terbentuk pakan larva ikan berupa pasta yang mudah dimakan oleh larva ikan.

Pertimbangan penggunaan larva BSF sebagai pengganti tepung ikan didasarkan kepada tingginya nilai gizi larva BSF tersebut.  Selain protein dan lemak yang tinggi, larva BSF juga mengandung asam amino essensial yang sangat dibutuhkan larva ikan untuk tumbuh.  Kelebihan lain dari larva BSf adalah selain protein, lemak dan asam amino tersebut, juga mengandung asam lauric serta AGP alami (Natural Antibiotic Growth Promoter).

Seperti diketahui bersama bahwa sejalan dengan kebijakan WHO untuk mengurangi penggunaan berlebih antibiotik pada peternakan dan perikanan, pasal 22 ayat 4 huruf c Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014, menyebutkan bahwa melarang penggunaan pakan yang dicampur hormon tertentu dan/atau antibiotik imbuhan pakan.

Alasan utama pelarangan AGP adalah karena sudah tingginya kejadian resistensi bakteri terhadap banyak jenis antibiotik, bahkan antibiotik yang dipersiapkan untuk menangani kasus bakteri multi-resisten.  Di Eropa sendiri tertanggal 1 januari 2006 telah melarang semua jenis antibiotik yang ditujukan sebagai Growth Promoter, baik yang digunakan di manusia ataupun tidak.

Dengan adanya kandungan AGP alami dalam bahan pakan ikan ini, tentu saja akan membuat benih ikan menjadi lebih sehat dan kuat serta bisa mengurangi tingkat mortalitasnya.  Selain untuk ikan lele dan lainnya, maggot bsf juga sangat bagus untuk ternak unggas seperti ayam dan bebek.  Video tentang bagaimana ayam bangkok sangat suka makan maggot bsf bisa dilihat di LINK berikut ini.

Untuk sementara, larva ikan lele serta ikan gabus yang diberikan pasta pakan pengganti cacing sutra ini makan dengan lahap dan tampak sehat serta lincah.  Untuk larva ikan gabus yang diuji coba, ukuran panjangnya lebih kurang 2 cm dan sudah berumur 3 minggu.  Sebelumnya larva ikan gabus sudah diberi cacing sutra dan akan diberikan pasta produksi 153Farm sampai ukuran 5-7 cm.

Larva Ikan Gabus
Larva Ikan Gabus

153Farm berharap uji coba ini berjalan lancar sehingga bisa dipergunakan sebagai pakan ikan gabus bagi peternak gabus,  yang minyaknya sangat dibutuhkan oleh penderita penyakit kronis yang membutuhkan asupan albumin ikan gabus untuk memperbaiki kondisi kesehatannya.

Semoga…

Kandungan Nutrisi pada Ikan Lele

Mengkonsumsi ikan lele secara teratur, menurut American Heart Association, akan mengurangi resiko terkena penyakit jantung dengan setidaknya mengkonsumsi sebanyak kurang lebih 100 gram ikan lele.

Dari 100 gram ikan lele yang disajikan, terdapat kalori sebanyak 122 kalori serta 6 gram lemak.  Disamping itu, ikan lele juga mengandung lemak Omega-3 sekitar 0.22 sampai 0.3 gram dimana lemak Omega-3 ini berfungsi menurunkan resiko terkena penyakit jantung, kanker serta arthritis.

Selain itu, dalam 100 gram ikan lele juga terdapat protein sebanyak 15.7 gram yang memenuhi kebutuhan akan proyein sebanyak 28% bagi pria dan 34% bagi wanita.

Ikan lele juga merupakan sumber vitamin B-12 yang sangat bagus.  Setiap 100 gram penyajian mengandung 2.3 microgram vitamin B-12 atau hampir 100% dari 2.4 microgram yang dibutuhkan bagi pria dan wanita.  Ikan lele juga kaya akan vitamin B yakni niacin dan asam pantothenat.  Dengan 2.2 miligram per penyajian, ikan lele memasok 13% dari kebutuhan harian pria dan 15% kebutuhan wanita.  Memakan 100 gram ikan lele setidaknya bisa memenuhi kebutuhan orang dewasa akan asam pantpthenat sebanyak 14%.

Ikan lele juga mengandung 210 miligram phospor dalam 100 gram penyajian, memenuhi kebutuhan orang dewasa sebanyak 30% dari mineral phospor.  Selain itu juga mengandung mineral selenium sebanyak 8.4 mikrogram yang merupakan 15% dari yang direkomendasikan untuk pria dan wanita.  Mineral lain yang terdapat pada ikan lele meskipun dalam jumlah sedikit diantaranya potasium, tembaga, magnesium, besi dan zinc.

Ikan lele merupakan salah satu sajian lauk pauk yang populer serta banyak digemari masyarakat dari berbagai kalangan.  Salah satu resep ikan lele yang paling banyak di kenal di Indonesia, pecel lele. Dalam sajian tersebut, ikan lele digoreng atau dibakar kemudian dilengkapi dengan sayur dan sambal.

Mari jangan ragu mengkonsumsi ikan Lele yang sekarang dibudidayakan secara budidaya organik seperti di 153Farm.

Memilih Benih Lele Yang Baik

Mengenali dan memilih benih ikan lele yang berkualitas merupakan langkah awal yang baik saat memulai pembesaran lele sangkuriang.  Bagaimana pun teknik yang digunakan, pakan yang diberikan, kolam yang disediakan, tidak akan menghasilkan hasil yang maksimal jika bibit/benih yang digunakan kurang memenuhi syarat.  Saat memilih benih lele,  pilihlah benih yang memiliki pergerakan yang lincah, lele dapat berenang dengan aktif dan sangat responsive, artinya bila dikagetkan segera masuk kedalam air.

Selain itu benih harus mampu bergerak melawan arus yang lembut, caranya adalah dengan memiringkan wadah bibit ikan lele secara perlahan, jika secara umum atau sebahagian besar bibit bergerak melawan arus yang tercipta maka dapat disimpulkan bahwa bibit tersebut dalam keadaan baik.  Sebaliknya jika sebagian besar bibit ikan lele langsung terbawa arus maka sebaiknya bibit ini jangan dibeli.

Kondisi kulit dan tubuh benih harus sempurna dan tidak boleh ada cacat. Semakin sempurna bagian-bagian tubuh bibit lele maka semakin baik. Jangan membeli bibit lele sangkuriang yang cacat atau ada bagian dari tubuh yang tidak sempurna karena akan menjadi masalah dikemudian hari.

Berikut beberapa tips yang bisa berguna saat memlih benih lele :

  • Kesehatan (Amati  Fisik dan Gerakannya)

Benih lele yang berkualitas memiliki ukuran tubuh yang proporsional (ukuran kepala dan tubuh seimbang), tidak cacat, tidak luka, sungut tidak pucat dan warna tubuh cerah dan mengkilap. Selain itu ciri benih lele yang sehat adalah gerakan aktif, lincah, tidak menggantung serta tidak bergerombol di pojok kolam.

  • Ukurannya Seragam

Ukuran benih lele yang tidak seragam akan mengakibatkan pertumbuhan lele menjadi tidak serempak. Ikan lele bersifat kanibal, jika lapar maka ikan lele yang berukuran besar akan memangsa lele lain yang ukurannya lebih kecil.  Pilihlah anakan lele yang berukuran 7-8 cm atau lebih supaya tingkat keberhasilannya semakin tinggi.

  • Riwayat Induk/ Keturunan.

Berasal dari induk yang unggul. Bukan hasil pemijahan (perkawinan) dengan tingkat kekerabatan yang dekat (inbreeding).

  • Riwayat Penyakit

Ikan pernah sakit atau tidak? Jika benih lele pernah sakit tanyakan bagaimana kronologis dan cara penanganannya.  Apakah menggunakan antibiotik, vitamin, atau probiotik, atau bahkan perlakuan teknis saja. Tidak disarankan menggunakan antibiotik dengan dosis berlebihan karena penyakit/bakteri akan bersifat kebal      sehingga  memerlukan  dosis  yang  lebih  tinggi.

Perlu diingat bahwa selain memilih benih lele yang berkualitas, kondisi air kolam tempat pembesaran anakan lele merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan.  Manajemen kualitas air yang baik sangat menunjang tingkat keberhasilan budidaya lele ini.

Prospek Bisnis Budidaya Lele

Prospek bisnis lele sangatlah cerah karena mudah dijalankan dan butuh biaya yang relatif murah. Tetapi, pada kenyataannya tidak banyak yang bisa  melihat peluang usaha budidaya dalam bisnis budidaya ikan lele.

Pastinya anda beranggapan jika bisnis budidaya lele termasuk kategori sulit karena bibit lele butuh perlakuan khusus dalam perawatannya.  Tetapi Sudah saatnya anda lupakan ketakutan seperti itu, kini ada solusi bagi anda untuk berbudidaya ikan lele tanpa perlu anda merasa bingung.

Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu masakan.  Coba cari sekeliling anda, dan hitung berapa banyak warung/resto/tempat kuliner yang menyajikan hidangan lele?

Pasti banyak tempat kuliner yang menyajikan ikan lele sebagai menu sajian mereka. Bisnis ikan lele tidak pernah pasang surut, dan peminatnya bisnis ini semakin tahun ke tahun semakin meningkat yang tidak lain dipengaruhi meningkatnya konsumen ikan lele, baik untuk konsumsi, usaha pemancingan lele, maupun dijual di pasaran.

Di Australia, pecel lele terhidang di Restoran Es Teller 77 Indonesian Champion milik Sukyanto Nugroho yang terletak di Swanson Street, pusat kota Melbourne. Konsumennya pun bervariasi, hampir tiga perempatnya adalah orang bule.

Konsumen pecel lele dan ikan lele tidak lagi melulu masyarakat kelas bawah. Lele “naik kelas” menjadi makanan bagi semua lapisan masyarakat.  Dengan demikian, lele telah merambah semua lapisan masyarakat dan di pasaran, mulai dari pasar tradisional sampai pasar modern, seperti swalayan dan super market.

Mengelola usaha budidaya lele dengan benar, efisien dan efektif akan dapat memberikan keuntungan yang optimal mulai puluhan juta bahkan sampai ratusan juta seperti yang dialami Mukhlis.  Cerita tentang  apa yang sudah dialami Mukhlis dapat dibaca di LINK INI.

Lele Sangkuriang

Ikan-ikan marga Clarias dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan sirip anus yang juga panjang, yang kadang-kadang menyatu dengan sirip ekor, menjadikannya nampak seperti sidat yang pendek.  Kepalanya keras menulang di bagian atas, dengan mata yang kecil dan mulut lebar yang terletak di ujung moncong, dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels) yang amat berguna untuk bergerak di air yang gelap.  Lele juga memiliki alat pernapasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya. Terdapat sepasang patil, yakni duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya.  Ada yang mengatakan bahwa patil ini tidak hanya tajam tetapi juga beracun dan mengakibatkan panas tinggi jika orang tak sengaja terkena patil tersebut.

Lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin, kecuali lele laut yang tergolong ke dalam marga dan suku yang berbeda (Ariidae).  Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air.  Bahkan ikan lele bisa hidup pada air yang tercemar, misalkan di got-got dan selokan pembuangan.

Ikan lele bersifat nokturnal, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari.  Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap.  Di alam, ikan lele memijah pada musim penghujan.  Walaupun biasanya lele lebih kecil daripada gurami umumnya, namun ada beberapa jenis lele yang bisa mencapai panjang 1-1,5 m dan beratnya bisa mencapai lebih dari 2 kg, contohnya lele Wels dari Amerika.

Banyak jenis lele yang merupakan ikan konsumsi yang disukai orang.  Sebagian jenis lele telah dibiakkan orang, namun kebanyakan spesiesnya ditangkap dari populasi liar di alam.  Lele dumbo yang populer sebagai ikan ternak, sebetulnya adalah jenis asing yang didatangkan (diintroduksi) dari Afrika.

Lele dikembangbiakkan di Indonesia untuk konsumsi dan juga untuk menjaga kualitas air yang tercemar.  Seringkali lele ditaruh di tempat-tempat yang tercemar karena bisa menghilangkan kotoran-kotoran.  Lele yang ditaruh di tempat-tempat yang kotor harus diberok terlebih dahulu sebelum siap untuk dikonsumsi. Diberok itu ialah maksudnya dipelihara pada air yang mengalir selama beberapa hari dengan maksud untuk membersihkannya.

Kadangkala lele juga ditaruh di sawah karena memakan hama-hama yang berada di sawah.  Lele sering pula ditaruh di kolam-kolam atau tempat-tempat air tergenang lainnya untuk menanggulangi tumbuhnya jentik-jentik nyamuk.

Di seluruh dunia ikan lele didapatkan dengan cara ditangkap maupun dibudidayakan.  Penilaian terhadap rasa dari daging ikan ini bervariasi, ada yang menganggapnya memiliki rasa yang luar biasa, ada yang menganggapnya tidak memiliki rasa yang kuat.   Di Eropa ikan ini dimasak dengan cara yang sama dengan ikan mas namun di Amerika Serikat ikan ini dibalut dengan tepung dan digoreng.

Ikan lele mengandung VItamin D yang cukup tinggi.  Ikan lele hasil budi daya mengandung asam lemak omega-3 yang rendah namun memiliki asam lemak omega-6 yang tinggi.

ASAL USUL LELE SANGKURIANG

Siapa yang tidak mengenal ikan lele sangkuriang? Jenis ikan lele yang diperkenalkan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi pada tahun 2004 ini dengan cepat menjadi primadona para peternak.  Namun tahukah Anda bahwa ikan lele Sangkuriang ini masih dari jenis lele dumbo?

Penurunan kualitas lele dumbo

Ikan lele dumbo pertama kali diekspor dari Taiwan pada tahun 1985.  Menurut keterangan eksportirnya, lele dumbo merupakan hasil silangan ikan lele asal Taiwan dengan nama latin Clarias Fuscus dengan ikan lele asal Afrika dengan nama latin Clarias Mozambicus.  Namun penelaahan lebih lanjut mengatakan lele dumbo lebih mirip dengan ikan lele asal Afrika dengan nama latin Clarias Gariepinus.

Terlepas dari kontroversi sepesies lele dumbo, diakui bahwa jenis ikan lele ini lebih produktif untuk dibudidayakan di Indonesia. Sehingga hampir semua peternak lele memilih membudidayakan lele dumbo ketimbang lele lokal (Clarias Batrachus) yang saat itu banyak dibudidayakan. Meski daging lele dumbo tak segurih lele lokal, tetap saja memelihara lele dumbo jauh lebih ekonomis dibanding lele lokal.

Lele dumbo bisa tumbuh jauh lebih cepat, ukurannya lebih bongsor dan lebih tahan terhadap berbagai bibit penyakit. Namun keunggulan lele dumbo semakin hari semakin pudar, karena kualitasnya terus menurun. Menurut para pakar, penurunan tersebut disebabkan karena kesalahan dalam pembenihan lele yang terjadi di masyarakat. Banyak ikan lele dumbo yang dikawinkan dengan kerabatnya sendiri (inbreeding). Hal ini memicu penurunan kualitas indukan lele dumbo. Karena pemijahan benih lele menggunakan calon indukan yang salah, lambat laun benih ikan lele dumbo yang beredar di masyarakat semakin turun kualitasnya.

Proyek ikan lele sangkuriang

Baru pada tahun 2000-an, pemerintah lewat BBPBAT melakukan penelitian untuk meningkatkan kembali kualitas lele dumbo. Dengan menggunakan metode silang balik (back cross) ternyata lele dumbo bisa diperbaiki kualitasnya. Kawin silang balik yang dilakukan BBPBAT adalah mengawinkan indukan betina generasi ke-2 atau biasa disebut F2 dari lele dumbo yang pertama kali didatangkan pada tahun 1985, dengan indukan jantan lele dumbo F6.

Perkwainannya melalui dua tahap, pertama mengawinkan indukan betina F2 dengan indukan jantan F2, sehingga dihasilkan lele dumbo jantan F2-6. Kemudian lele dumbo F2-6 jantan ini dikawinkan lagi dengan indukan F2 sehingga dihasilkan ikan lele Sangkuriang.
Proses penelitian ikan lele Sangkuriang memakan waktu yang cukup lama. Dua tahun setelah itu benih lele Sangkuriang baru diperkenalkan secara terbatas.  Pengujian dilakukan pada tahun 2002-2004 di daerah Bogor dan Yogyakarta. Baru pada tahun 2004, dikeluarkan Keputusan Menteri Kelautan tentang pelepasan varietas ikan lele Sangkuriang kepada publik.

Perbandingan yang paling mencolok antara ikan lele dumbo dengan ikan lele Sangkuriang antara lain, adalah kemampuan bertelur (fekunditas) ikan lele sangkuriang yang mencapai 40.000-60.000 per kg induk betina dibanding lele dumbo yang hanya 20.000-30.000, derajat penetasan telur dari ikan lele sangkuriang lebih dari 90% sedangkan lele dumbo lebih dari 80%.

Dilihat dari pertumbuhannya, pembesaran harian ikan lele sangkuriang bisa mencapai 3,53% sedangkan lele dumbo hanya 2,73%. Dan, konversi pakan atau Food Convertion Ratio (FCR) ikan lele sangkuriang mencapai 0,8-1 sementara lele dumbo lebih besar sama dengan 1.  FCR merupakan nisbah antara berat pakan yang diberikan dengan berat pertumbuhan daging ikan. Semakin kecil nisbah FCR semakin ekonomis ikan tersebut dipelihara.

Penamaan ikan lele Sangkuriang mengambil nama seorang anak dari cerita mitologi Sunda. Dalam cerita tersebut adalah seorang anak bernama Sangkuriang yang berhasrat mengawini ibunya sendiri. Mungkin karena hal itulah nama ikan lele Sangkuriang menjadi nama varietas lele hasil silang balik.

Ikan lele Sangkuriang II

Pada tahun 2010, BBPBAT kembali melakukan pengembangan terhadap ikan lele sangkuriang. Kali ini lembaga penelitian plat merah ini mengawinkan lele sangkuriang dengan lele dari sungai Nil, Afrika. Indukan jantan merupakan lele sangkuriang F6 sedangkan indukan betinanya F2 dari Afrika. Indukan dari Afrika ini bobot tubuhnya bisa mencapai 7 kg, diharapkan bisa mendongkrak sifat unggul bagi turunannya.

BBPBAT mengklaim lele sangkuriang II bisa tumbuh 10 persen lebih cepat dari generasi sebelumnya. Ukuran tubuhnya pun lebih bongsor dan yang terpenting lebih tahan terhadap penyakit.

×